Suami Anda Tidak Salah, Dia Sedang Belajar

Kita akan jarang menemukan keluarga yang bebas konflik. Sebagian besar konflik itu banyak dimulai oleh pihak suami. Itu wajar, karena mereka memang "kuat" memegang kuasa.

Namun melimpahkan semua kesalahan kepada mereka juga tidak adil. Sebab konflik jarang sekali terjadi bila sendiri. Ia diawali ketika dua atau lebih orang berinteraksi.

Dalam keluarga, tidak ada kesalahan kecuali kesalahan bersama. Tidak ada kesalahan suami saja atau juga tidak ada kesalahan istri saja. Yang salah adalah keluarga.

Dulu, saya sering menjerit kepada Tuhan agar suami saya merubah kesalahannya. Tapi semakin saya berteriak semakin jauh dia dari perbaikan. Bahkan dia semakin parah karena saya mengambil sikap berhadap-hadapan melawan egonya yang lebih besar.

Doa saya semakin menjadi-jadi, bahkan sampai pada tahapan seolah-olah saya telah mendikte Tuhan. Namun usaha saya sia-sia.

Setelah lelah menggunakan berbagai macam cara dan doa, sekarang saya baru mengerti, cara terbaik untuk mengubah suami anda adalah dengan percaya kepada sesuatu yang lebih besar dari suami anda, Allah SWT. Biarkan Dia bekerja dengan sendiri.

Tugas anda hanya mengingatkan.


Tugas anda hanya mengingatkan suami anda, bukan memerintahnya. Tugas anda hanya berdoa, bukan mendikte Tuhan. Setelah saya tahu bahwa hanya Dia yang mampu membolak-balikkan hati, maka setelah mengingatkan dan berdoa, maka kegiatan selanjutnya adalah pasrah. Biarkan Allah yang bekerja.

Bila anda tulus, setiap usaha akan berarti


Ketika anda dalam keadaan siap berdebat, tahan dulu. Ketika anda telah memiliki berbagai bukti dan penuh amunisi, sabar dulu. Ketika anda sudah kesal dan ingin menceramahi, stop dulu. Simpan semua ego anda. Sebab anda tidak dapat mengubah suami anda dengan debat.

Semakin anda ngotot, semakin dia jauh dari perubahan. Anda hanya bisa mengomunikasikannya dengan hati tenang. Biarkan dia menemukan kekuatan Allah dalam hidupnya. Setelah mengingatkan, berdoa dan pasrah, pertolongan itu mudah-mudahan datang menghampiri. Allah akan menunjuki atau Dia akan menguji.

Bila suami anda pembelajar, dia akan memahami persoalan dan siap menyelesaikannya.

 

Manusia tidak senang dengan konflik. Mereka cenderung hidup damai. Begitu juga dengan suami anda. Dia sebenarnya tidak ingin bertengkar dengan anda, apalagi masalahnya sepele. Dia ingin masalah cepat selesai agar hidupnya tenang.

Bila suami anda benar-benar mencintai anda, dia akan belajar dari kesalahan. Hanya saja kita perempuan juga harus mendukung suami kita dengan cara membuka diri, juga tidak keras kepala dan emosional.

Hanya saja, sebelum masalah itu datang, mengantisipasi permasalahan dari jauh hari jauh lebih penting. Saya telah menulis tips upaya menggapai keluarga harmonis dari awal pernikahan silakan klik disini.

Demikian artikel singkat ini saya buat. Semoga keluarga harmonis anda tetap bahagia.

No comments:

Post a Comment